Apakah Air Putih Bisa Basi?
"Aku ingin menjadi seperti air
putih, sederhana namun sangat berarti."
Ada yang mengatakan bahwa air adalah
sumber kehidupan. Bagaimana tidak, ketika seseorang tidak makan untuk beberapa
hari, mungkin masih bisa untuk bertahan. Akan tetapi jika tidak minum dalam 1
hari, tentu akan sangat sulit.
Air secara umum sangat banyak
digunakan untuk mendukung aktivitas manusia, mulai dari mandi, mencuci pakaian,
untuk memasak, dan untuk diminum. Tidak hanya untuk dikonsumsi pribadi,
air juga digunakan untuk pembangkit listrik.
Khusus untuk air putih, begitu
banyak manfaatnya bagi kesehatan kita, di antaranya adalah menghilangkan haus,
mencegah dehidrasi, menjaga keseimbangan cairan tubuh, menjaga fungsi ginjal,
membuat kulit halus dan cerah, meningkatkan fungsi otak, dan meningkatkan
sistem peredaran darah.
Namun di balik begitu banyaknya
manfaat dari air putih, ternyata kita juga harus memperhatikan air yang
dikonsumsi. Jangan sampai bukan sehat yang kita terima, melainkan malah penyakit.
Perlu diketahui, air putih yang biasa kita konsumsi ternyata dapat basi, lho!
Hal ini membuat air tersebut tidak layak untuk dikonsumsi, karena akan
membahayakan kesehatan.
Mungkin sebagian dari kita berpikir
bahwa air putih tidak sama dengan makanan. Artinya, air putih tidak dapat basi
selayaknya makanan pada umumnya. Akan tetapi, anggapan seperti inilah yang
perlu diluruskan, karena tidak selamanya air putih bisa dikonsumsi tanpa batas
waktu tertentu.
Bagi sebagian dari kita, tentu
pernah mengonsumsi air mineral dalam kemasan, baik di dalam gelas ataupun
botol. Nah, jika kita lihat pada kemasannya, akan ditemukan masa kedaluwarsa
dari air tersebut. Meskipun rentang waktunya cukup lama, akan tetapi hal itu
mengindikasikan bahwa air mineral yang ada di dalam kemasan juga memiliki batas
waktu penggunaan.
Sebetulnya, tanggal kedaluwarsa yang
ada pada kemasan air mineral tidaklah terlalu memengaruhi kualitas air. Apabila
air sudah mencapai tanggal kedaluwarsa, kualitas air mungkin masih cukup baik
dan bisa diminum. Akan tetapi, hal ini juga dipengaruhi dari bagaimana cara
penyimpanannya.
Apabila air dalam kemasan terlalu
sering terkena sinar matahari, maka air minum semakin berpotensi terkontaminasi
zat-zat kimia yang bersumber dari kemasan minuman tersebut. Dan
alangkah baiknya untuk menghindari minuman yang telah melewati tanggal
kedaluwarsanya.
Selain kadaluwarsa, air
putih tidak layak untuk dikonsumsi jika sudah terkontaminasi dengan berbagai
bakteri dan jamur yang ada di sekitar. Seperti yang kita ketahui, cara
penyimpanan yang salah akan membuat kualitas air putih menurun, bahkan menjadi
tidak layak untuk dikonsumsi.
Selain karena keseringan terkena
sinar matahari, penyimpanan air di tempat yang terlalu lembap pun akan
meningkatkan risiko munculnya jamur pada air tersebut. Kebiasaan sebagian dari
kita yang menyimpan air dalam wadah yang terbuka juga akan membuat berbagai
bakteri mengontaminasi dan menurunkan kualitas air.
Bahkan, tak jarang air yang kita
simpan dalam wadah terbuka ditemukan bibit dan telur nyamuk. Pastinya
air tersebut sudah tidak aman lagi untuk dikonsumsi kan, Gengs? Lantas,
bagaimana agar air yang kita minum tetap terjaga kualitasnya?
Sebenarnya, air yang baik sangat
tergantung pada cara penyimpanannya. Melihat uraian di atas, maka sebaiknya
kita mulai menyimpan air di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara
langsung, tidak menyimpan air dalam wadah yang terbuka, dan tidak menyimpan air
di dekat benda-benda berbau tajam yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya.
Jangan lupa juga untuk cukupi
kebutuhan harian cairan ya, terutama di pagi hari, karena sangat bermanfaat
bagi kesehatan.
Sumber : guesehat.com
